Easy And Difficult

Easy is to judge the mistakes of others……
Difficult is to recognize our own mistakes….

Easy is to talk without thinking….
Difficult is to refrain the tongue……

Easy is to hurt someone who loves us……
Difficult is to heal the wound…

Easy is to forgive others…
Difficult is to ask for forgiveness.

Easy is to set rules..
Difficult is to follow them….

Easy is to dream every night..
Difficult is to fight for a dream..

Easy is to show victory..
Difficult is to assume defeat with dignity…

Easy is to admire a full moon..
Difficult to see the other side….

Easy is to stumble with a stone
Difficult is to get up.

Easy is to enjoy life every day
Difficult to give its real value.

Easy is to promise something to someone…..
Difficult is to fulfill that promise..

Easy is to say we love…….. .
Difficult is to show it every day.

Easy is to criticize others..
Difficult is to improve oneself…

Easy is to make mistakes..
Difficult is to learn from them

Easy is to weep for a lost love
Difficult is to take care of it so not to lose it

Easy is to think about improving
Difficult is to stop thinking it and put it into action.

Easy is to think bad of others
Difficult is to give them the benefit of the doubt.

Easy is to receive..
Difficult is to give…

Easy to read this.
Difficult to follow.

Easy is keep the friendship with words……
Difficult is to keep it with meanings !!!!!!!!!!!!

Source : Joel Osteen Daily Devotional

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Dahsyatnya Kata-kata Tolong,Minta Maaf dan Terima Kasih

Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang
direktur. Di αdαkanlah sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan & kritikan dari anak buah kepada Sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun.

Karena waktu terbatas, kesempatan pernyataan tersebut dipersilahkan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian & kesan yğ diberikan, dipilih dan dibingkai untuk di abadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah tulisan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut :

• Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

• Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik- baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapanpun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.

• Terima kasih sekali lagi. Semoga kebajikan melindungi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.

Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorg office boy yang selama ini dgn setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pesan Cerita : Kata “Tolong”, Kata “Maaf” dan Kata “Terima Kasih” adalah The Three Magic Words atau Tiga kata ajaib. Tiga kata pendek yg sederhana tetaρĭ mempunyai dampak yang sangat positif.

Sesungguhnya dengan menghargai orang lain, minimal kita telah menghargai diri kita
sendiri.

Marilah kita membiasakan untuk mengungkapkan ke tiga kata ini jika berinteraksi dgn
seseorang atau sesama secara TULUS dan IKHLAS. Maka hubungan saling menghargai dan di hargai akan tercipta dalam kehidupan sosial kita

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Hidup Manusia Seperti Buku

• Cover depan adalah tanggal lahir

• Cover belakang adalah tanggal kematian

• Tiap lembarnya,adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yang kita lakukan

• Ada buku yang tebal,ada buku yang tipis…

• Ada buku yang menarik di baca,ada yang sama sekali tidak menarik…

• Sekali tertulis ,tidak akan pernah bisa di edit lagi

• Tapi hebat nya , seburuk apa pun halaman sebelumnya, selalu tersedia… ,halaman selanjutnya yang putih bersih , baru & tiada cacat…

• Sama dgn HIDUP KITA , seburuk apa pun kemarin…, TUHAN selalu menyediakan hari yang baru untuk kita

• Kita selalu di beri kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya…

• Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya…

• Sampai saat usia berakhir , yang sudah di Tetap kan-NYA…

• Terima kasih , Tuhan untuk hari yang baru ini

• Syukuri hari ini… dan isilah halaman buku kehidupan mu dengan hal2 yang baik semata…

• Dan jgn pernah lupa , untuk selalu bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang harus di tulis tiap harinya…

• Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai kita dapati diri ini sebagai pribadi yang berkenan kpdNYA

• Selamat menulis di buku kehidupan mu

•Menulislah dengan ‘tinta’ Cinta dan Kasih Sayang…Serta ‘Pena’ Kebijaksanaan…

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Cerita Antara Ibu Dan Anak

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.” Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya.

Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?”
Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.” Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan
penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan
mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.

” Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap spt itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi,adlh bijak bila semua orangtua tdk hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi
buah hati mrk, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.

Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak- anaknya di dunia.

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Letter From Mom And Dad

My Child

When I get old
I hope you understand
And have patience with me

In case I break a plate
Or spill soup on the table
Because I am loosing my eyesight

I hope you don’t yell at me
Older people are sensitive
Always having self pity when you yell

When my hearing gets worse
And I can’t hear what you are saying
I hope you don’t call me deaf
Please repeat what you said or write it down

I am sorry, my child
I am getting older
When my knees get weaker
I hope you have the patience to help me get up

Like how I used to help you
While you were little
Learning how to walk
Please bear with me

When I keep reapeting my self
Like a broken record
I hope you just keep listening to me

Please dont make fun of me or get sick of listening to me

Do you remember when you were little and you wanted a ballon
You repeated yourself over and over
Until you got what you wanted

Please also pardon my smell
I smell like an old person
Please dont force me to shower
My body is weak

Old people get sick easily when they are cold
I hope I dont gross you out

Do you remember when were little
I used to chase you arround
Because you didn’t want to shower

I hope you can be patient with me
When I am always cranky
It’s all part of getting old
You ‘ll understand when you are older

And if you have spare time
I hope we can talk
Even for a few minutes
I am always all bx myself all the time
And have no one to talk to

I know you are busy with work
Even if you are not interested in my stories
Please have time for me

Do you remember when you were little?
I used to listen to your stories about your teddy bear

When the time comes
And I get ill and bedridden
I hope you have the patience to take care of me

I am sorry
If I accidentally wet the bed
Or make a mess

I hope you have the patience
To take care of me
During the last few moments is of my life
Im not going to last much longer, anyway
When the time of my death comes
I hope you hold my hand
And give me strength of face death and dönt worry

When I finally meet our Creator
I will whisper in His ear

Because you loved your Mom and Dad
Thank you so much for your care
We love you
With much love
Mom and Dad

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Check Up

Suatu hari, ada seseorang berkisah. “Untuk pertama kalinya saya pergi ke sebuah klinik untuk melakukan check-up kesehatan rohani. Ternyata, saya menderita beberapa penyakit.

Berikut ini hasil dari check up-nya :
– Ketika tekanan darah saya diukur, hasilnya ternyata saya memiliki kelembutan hati yang rendah.
– Ketika suhu tubuh saya diukur, termometernya menunjukkan derajat kegelisahan hampir mencapai 40 celsius.
– Ketika jantung saya diperiksa, ternyata saluran arterinya tersumbat oleh berbagai kekecewaan, kesedihan, kesepian, kemarahan, dan dendam.
– Saya pun diberitahu bahwa tulang-tulang saya banyak yang retak karena tersandung oleh rasa cemburu dan iri. Pantas saja, saya tidak dapat berjalan di sisi saudara-saudara saya dengan nyaman dan saya pun tidak bisa merangkul sahabat-sahabat saya.
– Ketika saya memeriksakan mata saya yang mulai terganggu, diketahui penyebabnya adalah karena saya hanya melihat kekurangan-kekurangan orang di sekitar saya, sehingga kemampuan mata saya untuk melihat hal-hal yang lebih indah dan baik mulai tertutup.
– Ketika saya mengeluh mengenai pendengaran saya yang mulai berkurang, terapis di sana menyarankan saya untuk mulai latihan mendengar suara Tuhan dan sesama manusia, setiap hari, agar pendengaran saya lebih sensitif.

Setelah menjalani semua pemeriksaan itu, saya mendapatkan konsultasi gratis untuk mengobati semua penyakit saya tersebut. Obat yang diberikan adalah obat alami yang murah meriah.

Setiap hari saya harus mengonsumsi:
– segelas penuh rasa SYUKUR atas segala yang saya miliki.
– sesendok rasa KEDAMAIAN.
– satu pil KESABARAN.
– satu cangkir rasa PERSAUDARAAN.
– satu piring KERENDAHAN HATI dan sedosis CINTA
– setiap malam sebelum tidur harus minuman yang jernih, serta sebuah pil ANTI KEPUTUSASAAN karena peristiwa-peristiwa yang saya alami hari ini, dan tidur
berselimutkan DOA dan HARAPAN.

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Kisah Sebuah Meja Kayu

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.

Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.

Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa
direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun
membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan
mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab,
“Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. “Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orang tua nya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan.

Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh,makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak,dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan
orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah
pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Dipublikasi di CERITA MOTIVASI | Meninggalkan komentar